spot_img
BerandaNewsPenelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

Penelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Lithuania bagian utara Eropa melarang rakyatnya untuk memakai smartphone buatan dari negeri Tirai Bambu. Karena Hasil smartphone seperti Xiaomi, Huawei dan Oneplus, ditemukan punya deteksi dan sensor tentang politik di China.

Penyebab pelarangan dari memakai dan membeli smartphone dari China karena smartphone buatannya memiliki masalah sensor. Karena menurut Menteri Pertahanan Lituania, perangkat mobile besutan mereka telah ditanam fitur untuk merekam sebuah konten.

Kasus itu ditemukan di pusat penelitian siber Lithuania yang menemukan ada masalah dalam sensor yang dimiliki smartphone asal China. Karena mereka telah melakuan test kepada 3 smartphone Xiaomi, Huawei, dan OnePlus.

Baca Juga : Realme Ramu Pengisian 125W untuk Smartphone Tahun Depan

Pertama, smartphone Xiaomi yang dijual di Eropa, terdapat fitur yang bisa mendeteksi dan menyensor konten tentang politik di daerah china seperti kata kunci “Free Tibet” dan “Long live Taiwan” soal pergerakan demokrasi.

Sampai saat ini Lithuania telah menemukan sekitar 400 Keyword yang telah dideteksi dan disensor oleh smartphone asal china tersebut. Maka pemerintahan Lithuania telah mematikan fitur sensor tersebut di Xiaomi Mi 10T 5G untuk di negaranya. Selain itu, pihak Lithuania melaporkan Xiaomi juga bisa mengirimkan data enskripsi yang dimiliki pengguna ke server Singapura.

Kedua, perangkat Huawei P40, terdapat juga celah keamanan privasi, dan yang ketiga pada One Plus, ponsel pintar ini justru tidak ditemukan fitur yang berbahaya.

Setelah diungkapnya beberapa brand smartphone untuk dijadikan penelitian oleh pemerintah Lituania. Hanya Huawei yang langsung menanggapi respon, dan menegaskan mereka tidak pernah membagikan data para penggunanya kemanapun.

Baca Juga : Sony Bravia XR, TV Setara dengan Manusia Melihat dan Mendengar

“Rekomendasi kami adalah tidak membeli ponsel baru merek China dan menyingkirkan ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin,” ujar Margiris.

Ternyata sampai saat ini isu tentang politik sudah masuk ke ranah bidang teknologi. Yang merugikan para konsumen yang sudah percaya terhadap produk besutan perusahaan teknologi dari China.

Artikel Terbaru

| RistaBola.com Bola And News
spot_img
BerandaNewsPenelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

Penelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Lithuania bagian utara Eropa melarang rakyatnya untuk memakai smartphone buatan dari negeri Tirai Bambu. Karena Hasil smartphone seperti Xiaomi, Huawei dan Oneplus, ditemukan punya deteksi dan sensor tentang politik di China.

Penyebab pelarangan dari memakai dan membeli smartphone dari China karena smartphone buatannya memiliki masalah sensor. Karena menurut Menteri Pertahanan Lituania, perangkat mobile besutan mereka telah ditanam fitur untuk merekam sebuah konten.

Kasus itu ditemukan di pusat penelitian siber Lithuania yang menemukan ada masalah dalam sensor yang dimiliki smartphone asal China. Karena mereka telah melakuan test kepada 3 smartphone Xiaomi, Huawei, dan OnePlus.

Baca Juga : Realme Ramu Pengisian 125W untuk Smartphone Tahun Depan

Pertama, smartphone Xiaomi yang dijual di Eropa, terdapat fitur yang bisa mendeteksi dan menyensor konten tentang politik di daerah china seperti kata kunci “Free Tibet” dan “Long live Taiwan” soal pergerakan demokrasi.

Sampai saat ini Lithuania telah menemukan sekitar 400 Keyword yang telah dideteksi dan disensor oleh smartphone asal china tersebut. Maka pemerintahan Lithuania telah mematikan fitur sensor tersebut di Xiaomi Mi 10T 5G untuk di negaranya. Selain itu, pihak Lithuania melaporkan Xiaomi juga bisa mengirimkan data enskripsi yang dimiliki pengguna ke server Singapura.

Kedua, perangkat Huawei P40, terdapat juga celah keamanan privasi, dan yang ketiga pada One Plus, ponsel pintar ini justru tidak ditemukan fitur yang berbahaya.

Setelah diungkapnya beberapa brand smartphone untuk dijadikan penelitian oleh pemerintah Lituania. Hanya Huawei yang langsung menanggapi respon, dan menegaskan mereka tidak pernah membagikan data para penggunanya kemanapun.

Baca Juga : Sony Bravia XR, TV Setara dengan Manusia Melihat dan Mendengar

“Rekomendasi kami adalah tidak membeli ponsel baru merek China dan menyingkirkan ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin,” ujar Margiris.

Ternyata sampai saat ini isu tentang politik sudah masuk ke ranah bidang teknologi. Yang merugikan para konsumen yang sudah percaya terhadap produk besutan perusahaan teknologi dari China.

Artikel Terbaru

- Update Penelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik
spot_img
BerandaNewsPenelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

Penelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Lithuania bagian utara Eropa melarang rakyatnya untuk memakai smartphone buatan dari negeri Tirai Bambu. Karena Hasil smartphone seperti Xiaomi, Huawei dan Oneplus, ditemukan punya deteksi dan sensor tentang politik di China.

Penyebab pelarangan dari memakai dan membeli smartphone dari China karena smartphone buatannya memiliki masalah sensor. Karena menurut Menteri Pertahanan Lituania, perangkat mobile besutan mereka telah ditanam fitur untuk merekam sebuah konten.

Kasus itu ditemukan di pusat penelitian siber Lithuania yang menemukan ada masalah dalam sensor yang dimiliki smartphone asal China. Karena mereka telah melakuan test kepada 3 smartphone Xiaomi, Huawei, dan OnePlus.

Baca Juga : Realme Ramu Pengisian 125W untuk Smartphone Tahun Depan

Pertama, smartphone Xiaomi yang dijual di Eropa, terdapat fitur yang bisa mendeteksi dan menyensor konten tentang politik di daerah china seperti kata kunci “Free Tibet” dan “Long live Taiwan” soal pergerakan demokrasi.

Sampai saat ini Lithuania telah menemukan sekitar 400 Keyword yang telah dideteksi dan disensor oleh smartphone asal china tersebut. Maka pemerintahan Lithuania telah mematikan fitur sensor tersebut di Xiaomi Mi 10T 5G untuk di negaranya. Selain itu, pihak Lithuania melaporkan Xiaomi juga bisa mengirimkan data enskripsi yang dimiliki pengguna ke server Singapura.

Kedua, perangkat Huawei P40, terdapat juga celah keamanan privasi, dan yang ketiga pada One Plus, ponsel pintar ini justru tidak ditemukan fitur yang berbahaya.

Setelah diungkapnya beberapa brand smartphone untuk dijadikan penelitian oleh pemerintah Lituania. Hanya Huawei yang langsung menanggapi respon, dan menegaskan mereka tidak pernah membagikan data para penggunanya kemanapun.

Baca Juga : Sony Bravia XR, TV Setara dengan Manusia Melihat dan Mendengar

“Rekomendasi kami adalah tidak membeli ponsel baru merek China dan menyingkirkan ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin,” ujar Margiris.

Ternyata sampai saat ini isu tentang politik sudah masuk ke ranah bidang teknologi. Yang merugikan para konsumen yang sudah percaya terhadap produk besutan perusahaan teknologi dari China.

Artikel Terbaru

, mungkin Penelitian Temukan Smartphone China Punya Pendeteksi Isu Politik